Part 2:
After Class
Setelah dari kampus, gw n eeng beranjak menuju
tempat makan. Maklumlah, lapar banget kayak gak makan seminggu. Untungnya sih
dosennya selesai cepat. Tempat yg kami pilih adalah sebuah café di sebuah mol.
Kami ke sana dengan sebuah motor, hehehehe. Jadi kebiasaan buruk eeng adalah
setiap karcis parkir yg didapatnya selalu disimpan di bawah jok motor.
Usai kami makan, kami kembali ke parkiran.
Parkirannya itu adem banget, sepoi2. Maklumlah, hanya beberapa puluh meter dari
pantai. Di sinilah mulai perjuangan eeng. Seperti biasa angin itu punya manfaat
dan punya…yah semacam kerugian. Kayak temen gw bilang, dia hampir diterbangin
angin saat bawa motor..ya iyalah waktu itukan udah hujan, badai lagi.
Awalnya biasa2 aja pas sampai parkiran. Nah
saat akan mengambil helm dan jacketnya eeng, terbanglah karcis parkiran itu.
Eeng dengan sigapnya berlari mengejar kemana karcis itu terbang. Dan
wualllllaaa, karcisnya hilang..jatuh ke bawah jembatan tepi sungai.
Eeng kembali lagi ke tempat gw berdiri. Dia
rada putus asa ngejar tu karcis, bukan hanya itu, ada banyak orang yg ikut
menyemangati eeng mengejar karcisnya. Orang2 yg baru saja memarkir motornya.
Pas udah selesai make helm, ada ibuk2 yg neriakin kalo karcis itu nongol lagi.
Dengan sigap eeng kembali berlarian dan lagi2 sayang pemirsa, karcisnya hilang.
Eh dalam hitungan sepersekian detik karcis itu
melayang2 di bawa angin. NO MERCY!! Eeng berlari dan menangkap karcis itu
dengan aksi yang heroic.
Prok prok prok… ane salut dan sangat menikmati
tontonan itu.
Catt: jgn pernah narok karcis parkiran motor
lo di bawah jok. Wakakakakakka...

0 komentar:
Posting Komentar